Ini Alasan Lender Asing Gencar Salurkan Pinjaman Ke P2p Lending Indonesia

Pintek merupakan perusahaan teknologi finansial ( Peer-to-Peer Lending ) yang memiliki misi mendorong transformasi pendidikan melalui inovasi layanan keuangan. Pintek menyediakan akses dana untuk pelajar / orang tua murid untuk biaya belajar ( uang pangkal, uang semester, SPP, uang kursus, dsb. ), serta lembaga pendidikan dalam pengembangan fasilitas, pengadaan buku, alat peraga, dsb. Dengan layanan ini, Pintek berkomitmen untuk menjadi roda penggerak perkembangan pendidikan Indonesia. Sedangkan pendana, dalam hal ini mereka wajib mengikuti semua aturan yang sudah diberlakukan oleh OJK baik itu dari segi persyaratan, suku bunga, maupun legalitas.

Cara memilih platform dan diversifikasi pendanaan jadi kunci. Oleh sebab itu, menurut Duwi, pengalamannya mengajarkan bahwa para lender harus memiliki awareness terkait upaya platform dalam memilih kualitas borrower dan menyediakan jaminan pengembalian dana. “Ke depannya kami berharap bisa terus bekerjasama dan menciptakan sinergi dengan lender asing yang bisa memberikan dana dengan cost of fund yang rendah. Tentu ini juga akan membantu UMKM Indonesia untuk bisa mendapatkan pinjaman yg lebih murah,” ujar Ivan. “Beberapa alasan lender asing melirik pasar P2P lending Indonesia karena return menarik baik untuk pinjaman produktif maupun konsumtif dan semakin terlihat monitor record yang dibangun beberapa tahun terakhir oleh fintech,” kata Ivan. CEO & Co Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan juga menyatakan, lender asing banyak memberikan likuiditas melalui P2P lending platform di Indonesia, khususnya untuk produk-produk yang secara risiko belum biasa bagi lender institusi lokal.

Jumlah bunga yang harus dibayarkan oleh peminjam. Cek transparansi dan kejelasan dari aplikasi penyedia jasa pembiayaan berbasis teknologi tersebut. Dari berbagai kemudahan tersebut, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana peminjam dapat memperoleh dana P2P secara cepat.

Selain memberikan layanan Peer to Peer atau pinjam meminjam untuk modal usaha bagi pelaku UKM di pedesaan, Amartha juga memiliki misi untuk memberikan akselerasi ekonomi pada usaha mikro sehingga dapat meningkatkan inklusi ekonomi di Indonesia. Peer to peer lending adalah platform pinjam-meminjam uang secara online. Pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal kerja untuk tumbuh akan terhubung dengan pendana yang mencari alternatif pendanaan yang lebih menguntungkan dibanding instrumen pendanaan konvensional.

P2P

Yang perlu ALovers ketahui adalah menjadi apapun ALovers dalam peer to peer lending ini , kedua peran tersebut akan memberikan ALovers manfaat yang sangat berguna untuk ALovers dalam hal finansial. Tentu cara-cara yang dilakukan oleh pelaku usahaP2P Lending ilegal tersebut dapat dijerat hukuman misalnya untuk penyebaran knowledge pribadi dapat dikaitkan pada Pasal 32 jo. Pasal 48 Undang-Undang Nomor eleven Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Undang-Undang ITE), Pengancaman dalam penagihan dapat melanggar Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 29 jo.